Perangkat Lunak Basis Data

Posted: November 8, 2010 in Perangkat Lunak Basis Data, Pertemuan ke-6

Sebagaimana perkembangan teknologi informasi pada umumnya perkembangan teknologi basis data juga berjalan dengan pesat. Perkembangan basisdata banyak dijumpai pada perkembangan fitur-fitur (features) perangkat lunak manajemen basis data. Namun demikian apabila ditinjau dari sudut perancangan basisdata maka perkembangan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Tatacara merancang basisdata tidak banyak berubah dari dulu hingga sekarang, terkecuali pada teknik visualisasi antarmuka (user interface) dan perancangan berbasis objek.

Perangkat lunak DMBS yang cukup luas digunakan pada tahun 1980-an hingga tahun 1990-an khusus-nya pada komputer mikro adalah dBASE III+ dan FoxBase, dimana model data yang digunakan adalah model relasional. Sedang untuk komputer mini dan juga mainframe, pada umumnya digunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti COBOL, FORTRAN, dan PL/I untuk melakukan akses ke basisdata (embedded database access) yang difasilitasi dengan DBMS seperti IMS (model hirarki), IDS (model jaringan), dan DB2 (model relasional). Ketika teknologi jaringan lokal (LAN) digunakan, mula-mula diperkenalkan oleh Novell, maka dBASE III+ semakin luas digunakan, beberapa perusahaan perangkat lunak menciptakan software pembangunan sistem database (database system development tools) seperti Clipper dan FoxPro.Pada komputer besar DBMS juga turut berkembang dengan munculnya perangkat lunak seperti SDK Ingres dan Oracle.

Menjelang tahun 2000 aplikasi berbasis objek mulai berkembang sehingga turut mempengaruhi perangkat lunak DBMS, dimulai dengan munculnya Visual dBASE, kemudian Visual FoxPro, lalu Delphi. Pencipta Delphi malah menyediakan fasilitas akses keberbagai format file basisdata sehingga dapat digunakan untuk menciptakan software aplikasi yang melakukan pengolahan data dari file-file database.

Berdasarkan orientasi pemakaiannya perangkat lunak basisdata dapat dikelompokkan dalam dua kategori: Perangkat lunak ber-orientasi untuk pemakai terbatas, dan perangkat lunak ber-orientasi untuk pemakai yang banyak.

Perangkat Lunak ber-orientasi untuk pemakai terbatas. Perangkat Lunak pada kategori ini umumnya digunakan pada komputer mikro (PC). Perangkat lunak jenis ini pada umumnya mudah di-instalasi dan juga relatif mudah digunakan. Beberapa contoh perangkat lunaknya adalah : MS-Access, dBase/Clipper, FoxPro, dan Borland-Paradox. Perangkat lunak inipun berkembang terutama pada beberapa aspek berikut ini:

  1. Tipe data yang pada awalnya hanya character, numeric, dan date, diperluas ke image, sound, video, data OLE, dsb.
  2. Jika pada awalnya struktur basisdata hanya terdiri atas nama-field, tipe, dan ukurannya, kini fitur baru pada field-data diperkenalkan seperti nilai default,  pilihan field boleh kosong atau tidak, dan bentuk validasi dari suatu field-data.
  3. Berbagai utilitas juga dikembangkan seperti pembuatan query, report generator, perancangan user-interface, dan sebagainya.

Kelemahan yang mungkin ditemukan pada kategori perangkat lunak ini adalah “keamanan data”, karena pada awalnya orientasi-nya hanya satu pengguna maka fitur pengamanan kurang dikembangkan. Sebagai contoh file-file basisdata diperlakukan sama dengan file lainnya, terbuka dan mudah diakses hanya melalui direktorinya.

Perangkat Lunak ber-orientasi untuk banyak pengguna. Perangkat lunak pada kategori ini memisahkan fungsi pengelolaan basisdata dengan fungsi pembangunan aplikasi sehingga “keamanan data” lebih terjamin. File-file database tidak bisa diakses oleh orang yang tidak diberi hak, sehingga aplikasi harus melakukan “koneksi” ke database sebelum akses data, apabila diberi izin barulah aplikasi ini dapat melakukan permintaan data. Perangkat lunak pada kategori ini telah dirancang untuk digunakan dalam jaringan komputer, jadi dapat diakses oleh banyak orang. Selain itu perangkat lunak pada kelompok ini menangani berbagai aspek-aspek pengelolaan basisdata, antara lain:

  1. Penanganan pemulihan data (data recovery) ketika terjadi kegagalan dalam operasi basisdata.
  2. Pembuatan data cadangan (data backup) baik secara insidental maupun secara periodik, baik secara statis (ketika pemakaian basisdata tidak aktif) maupun secara dinamis (ketika pemakaian basisdata sedang aktif).
  3. Pengendalian aspek-aspek pemakaian bersama (concurency) sehingga tidak terjadi kekacauan, misalnya tidak boleh dua pengguna meng-update data pada detik yang bersamaan, harus ditentukan siapa yang lebih dulu.
  4. Optimalisasi pengerjaan query (query processing) agar aplikasi database dapat meningkat kinerjanya.
  5. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya seperti memory, hard-disk, processor, dan sebagainya, terutama bila tersedia sumberdaya paralel.

Beberapa perangkat lunak yang masuk dalam kategori ini adalah: Oracle, Borland-Interbase, MS-SQL Server, CA-OpenIngres, Sybase, Informix, dan IBM-DB2.

Perangkat lunak basisdata pada umumnya menyediakan bahasa basisdata yang terdiri atas DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCML (Device Control Media Language), walau demikian implementasi bahasa ini berbeda, formatnya tergantung pada model data yang didukungnya, serta selera para penciptanya. Berikut ini disajikan beberapa contoh bahasa basisdata dari beberapa jenis perangkat lunak.

Bahasa xBase

Pada tahun 1980-an, Ashton-Tate memasarkan produk DBMS yang diberi nama dBase untuk komputer mikro, dengan demikian perusahaan kecil yang tidak mampu membeli komputer besar pada saat ini mempunyai kesempatan untuk membangun basisdata perusahaannya. Produk dBase sukses di pasaran sehingga banyak perusahaan lain yang menciptakan tiruan dBase, misalnya FoxBase yang kemudian menjadi FoxPro. Pada awal tahun 1990-an, Ashton-Tate kemudian melakukan tuntutan ke pengadilan akan haknya atas bahasa dBase, sayang sekali Ashton-Tate kemudian kalah, karena pada awalnya dBase ternyata diciptakan untuk keperluan badan ruang angkasa NASA, sehingga hak ciptanya telah berada ditangan pemerintah Amerika Serikat. Akhirnya pengadilan memutuskan bahwa dBase bukan milik Ashton-Tate dan sebaiknya dinamakan saja xBase.Berbagai bahasa DBMS dewasa ini masih memiliki kesamaan dengan xBase seperti dBase IV, FoxPro, Clipper, Visual dBase, Visual FoxPro, dsb. Berikut ini contoh program yang ditulis dengan dBase versi DOS.

******** contoh program xBase **********
SET ECHO OFF        && baris program tidak ditampilkan
SET TALK OFF        && hasil instruksi tidak tampil
SET COLOR TO +W/N   && setting warna layar monitor
DO WHILE .T.        && melakukan perulangan
    CLEAR           && bersihkan monitor
    @ 8,30 SAY “M E N U   U T A M A”   && menampilkan menu
    @12,30 SAY “ (T)ambah data “       && ketik T untuk tambah data
    @14,30 SAY “ (E)dit data”          && ketik E untuk edit data
    @16,30 SAY “ (P)rint data”         && ketik P untuk cetak data
    @18,30 SAY “ e(X)it program”       && ketik X untuk keluar
    STORE “X” TO ANSWER                && beri X pada variabel ANSWER
    @20,37 GET ANSWER                  && minta jawaban
    READ                               && baca keyboard  

    DO CASE                            && memilih kasus jawaban
    CASE UPPER(ANSWER)=”T”             && bila jawaban = T
       USE CLIENTS                     && buka file CLIENTS
       APPEND                          && lakukan tambah data
       CLOSE DATABASE                  && tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”E”             && bila jawaban = E
       USE CLIENTS                     && buka file CLIENTS
       EDIT                            && lakukan edit data
       CLOSE DATABASE                  && tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”P”             && bila jawaban = P
       USE CLIENTS                     && buka file CLIENTS
       LIST TO PRINT                   && cetak data ke printer
       EJECT                           && pindah ke halaman baru
       CLOSE DATABASE                  && tutup file
    CASE UPPER(ANSWER)=”X”             && bila jawaban = X
       QUIT                            && keluar dari program
    ENDCASE                            && akhir seleksi kasus
ENDDO                                  && akhir perulangan
******************************************************************

Bahasa Paradox Application Language (PAL)

Seperti juga xBase bahasa PAL menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna dalam mengelola basisdata. PAL bergantung pada mesin Paradox, namun berbeda dengan xBase yang juga tersedia dalam bentuk compiler, PAL adalah bahasa Script yang terdiri atas beberapa modul sebagai berikut:

  • The Paradox Query Language : bahasa yang diberi nama QBE (Query By Example) untuk melakukan query terhadap basisdata paradox.
  • Validity checking : fasilitas untuk melakukan validasi terhadap data
  • Multitable forms : fasilitas yang memungkin formulir dataentry berhubungan dengan lebih dari satu tabel.
  • Report generator : fasilitas user-friendly untuk membuat laporan yang dilandasi oleh basisdata
  • Graphics : fasilitas untuk menciptakan grafik seperti pie, bar, dan line yang dilandasi oleh data dari file-file basisdata

Contoh sederhana dari suatu script PAL disajikan berikut ini:

PROC PALSCRIP( )
PRIVATE name, password, username
VIEW “USERS”
MOVETO FIELD “last name: “
FOR i FROM 1 TO 4
      @4,6 ? “Masukkan nama-nya : “
      ACCEPT “A10” TO username
      @4,6 CLEAR EOS
      CURSOR NORMAL
      LOCATE username
      IF retval
      THEN naemok = True
           QUITLOOP
      ELSE  BEEP
           MESSAGE “Nama anda tidak terdaftar”
      ENDIF
ENDFOR
ENDPROC

BahasaVisual dBase

Pada pertengahan tahun 1990-an Microsoft Corporation memperkenalkan beberapa produk ber-orientasi objek yang menonjolkan disain antarmuka berbentuk visualisasi seperti Visual BASIC, Visual C++, Borland Delphi, dsb. Sejalan dengan perkembangan itu maka Borland juga me-rilis Visual dBase, yang memiliki bahasa dasar yang  persis sama dengan bahasa xBase. Namun demikian pada hakekatnya konsep pemrograman xBase dan Visual dBase sangat berbeda. Pemrograman xBase mengikuti konsep prosedural, dimana program adalah susunan baris-baris program yang dilaksanakan secara ber-urutan melalui suatu prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Visual dBase mengikuti konsep “event-driven”, bahwa program berjalan berdasarkan urutan kejadian (event) yang dilakukan oleh user. Suatu event bisa berarti aksi yang dilakukan user ketika meng-klik mouse, menekan tombol Enter, atau memilih satu item-menu, dsb.

Membuat program dalam Visual dBase tidak dimulai dengan mengetik baris-baris program tetapi dimulai dengan formulir antarmuka, misalnya formulir dataentry atau formulir untuk report. Pada rancangan antarmuka ini biasanya dipasangi tombol-tombol khusus yang apabila di-klik (event-driven) akan melakukan sesuatu, nah dibelakang tombol-tombol inilah dipasangi program, misalnya sbb:

Procedure TOMBOLHAPUS_OnClick
    Jawaban = MSGBOX(“Anda Yakin?”, ;
        “Menghapus Record data ini”, 4+16)
    IF Jawaban <> 6                     && Pilihan No
        MSGBOX(“Record ini tdk dihapus”, “Perhatian”, 0)
        RETURN
    ELSE
        * Menghapus Record Data
        DELETE
        MSGBOX(“Record ini sudah dihapus”, “Perhatian”, 0)
        * ambil data sebelumnya
        SKIP -1
        * arahkan pointer record ke
        * record pertama bila ketemu BOF
        IF BOF( )
            GOTO TOP
        ENDIF
        * akhiri program jika tak ada lagi
        IF EOF( )
           MSGBOX(“Record sudah habis”, “Perhatian”, 0)
           FORM.Close( )
        ENDIF
    ENDIF
    * tampilkan record sekarang ini
    Form.TampilkanField()
 RETURN

Program diatas adalah potongan program yang berada dibalik satu tombol yang bernama TOMBOLHAPUS, bila tombol ini di-klik maka program tersebut dilaksanakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s