Teknologi Perangkat Input part -2

Posted: November 9, 2010 in Perangkat Input part 2

Kamera Video

GAMBAR:Kamera VideoGAMBAR:Kamera Video 

Untuk merekam citra bergerak, dipergunakan kamera video sebagai masukan komputer. Selain itu saat ini beberapa kamera digital juga memungkinkan untuk membuat berkas film berdurasi pendek (dalam beberapa detik).

Ada berbagai bentuk kamera video semacam ini, mulai dari yang kecil tanpa kabel, yang dapat dipasang untuk mengawasi suatu area tertentu, misalnya pada bank atau department store, sampai kamera video yang digunakan untuk merekam peristiwa penting. Kamera video (sering disebut video camera recorder atau disingkat camcorder) dapat merekam citra yang bergerak. Karena gerakan merupakan isyarat analog, isyarat ini perlu diubah menjadi isyarat digital agar dapat dimasukkan ke dalam komputer. Pengubahan ini dilakukan oleh kartu video capture yang dipasang pada komputer. Kamera video dapat merekam sampai 30 frame per detik sehingga dapat memberikan efek kontinyu pada gerakan citra.

PERANGKAT INPUT GERAKAN

Gerakan

Untuk memantau gerakan manusia, yang banyak dimanfaatkan pada virtual reality, dipergunakan piranti-piranti yang bernama glove, headset, dan walker.

GloveGambar: Glove 

Glove

Glove berbentuk sarung tangan, digunakan untuk merekam jenis serta kekuatan gerakan jari dan tangan pemakai.

Gambar: HeadsetGambar: Headset 

Headset

Ini merupakan piranti yang dipasang pada kepala, menutup mata, yang digunakan untuk menangkap dan merekam gerakan kepala, serta menayangkan berbagai macam gambar ke mata pemakai.

Walker

Walker digunakan untuk menangkap dan merekam gerakan kaki, termasuk arah kaki berputar.

PERANGKAT INPUT SENSOR

Gambar: Perangkat Input SensorGambar: Perangkat Input Sensor 

Sensor merupakan piranti yang dapat mengambil data langsung dari lingkungan. Data ini berupa data khusus, yang langsung dimasukkan ke dalam komputer. Contoh pemanfaatannya yaitu pada pendeteksi gunung berapi, detektor kecepatan laju kendaraan di jalan raya, pada pesawat untuk mendeteksi perubahan arah mata angin yang mendadak, pada kedokteran untuk mengukur suhu badan, dan juga untuk pengontrolan pada rumah tangga.

Contoh penggunaan sensor pada rumah tangga adalah hawkeye, yang dapat digunakan untuk memantau kehadiran orang melalui panas badan dan gerakan. Selannjutnya masukan ini dapat digunakan untuk menjalankan suatu makro yang telah disiapkan, misalnya untuk mematikan atau menyalakan lampu secara otomatis pada saat ada orang masuk atau keluar ruangan, bahkan mengatur AC, memutar lagu, dan lain sebagainya secara otomatis.

PERANGKAT INPUT RFID

GAMBAR: Perangkat Input Sistem RFIDGAMBAR: Perangkat Input Sistem RFID 

RFID merupakan piranti yang memanfaatkan gelombang frekuensi radio untuk mengirimkan data dari suatu yang ditempeli RFID tersebut ke piranti pelacak RFID. RFID memiliki kelebihan dalam hal keamanan, karena pirantinya sulit dipalsukan. Selain itu, piranti ini tidak memerlukan media kabel penghubung dan tidak memerlukan area lurus pandang (line of sight), sehingga sangat sesuai untuk memonitor sesuatu yang bergerak. RFID dapat memantau sesuatu dengan radius yang bervariasi tergantung kepada kekuatan pemancarannya.

Beberapa contoh pemanfaatan RFID:

  1. Penarikan biaya jalan tol
  2. Pengidentifikasian dan pelacakan jalur kereta
  3. Pemantauan transportasi truk kontainer
  4. Aplikasi-aplikasi pengolahan kesehatan dan logistik
  5. Pengidentifikasian hewan
  6. Pelumpuhan mobil untuk alasan keamanan
  7. Otentikasi dokumen
  8. Pelacakan pemain ski
  9. Pemantauan peserta pada lomba olah raga
GAMBAR: Prinsip Kerja RFIDGAMBAR: Prinsip Kerja RFID 

Teknologi RFID biasanya menggunakan frekuensi sekitar 30 – 500 KHz untuk frekuensi rendah, sementara RFID frekuensi tinggi menggunakan frekuensi 800 – 950 MHz, dan 2,4 – 2,5 GHz. Semakin tinggi frekuensinya semakin jauh jarak jangkauannya, semakin tinggi kecepatan bacanya dan semakin mahal. Untuk frekuensi tinggi biasanya digunakan untuk melacak kereta api dan penarikan pembayaran tol secara otomatis.

Setiap RFID biasanya memiliki komponen-komponen seperti berikut:

  • Sebuah piranti RFID (transponder atau tag) yang berisi data tentang benda atau sesuatu yang ditempeli transponder tersebut.
  • Sebuah antena untuk mentransmisikan sinyal RF dan piranti RFID ke piranti pembaca RFID.
  • Sebuah transceiver pembangkit sinyal RF.
  • Sebuah piranti pembaca yang menerima transmisi RF. Piranti ini kemudian menyampaikan data yang diperolehnya ke sistem komputer untuk diproses.
  • Selain itu biasanya ada perangkat lunak atau aplikasi yang dipergunakan untuk mengolah data yang diperoleh.
GAMBAR: Contoh Aplikasi RFIDGAMBAR: Contoh Aplikasi RFID 

Bentuk piranti RFID ini sangat beragam. Pada pelacakan binatang, piranti ini ditanamkan di bawah kulit binatang tersebut. Diameter piranti ini tidak lebih besar dari isi pensil. RFID dapat terbentuk seperti pasak, untuk dipasang pada pohon untuk melacaknya apabila dicuri, dapat pula berbentuk kartu kredit.

Tag RFID memiliki dua kategori, yaitu aktif dan pasif. Tag aktif biasanya menggunakan baterai yang dapat merupakan piranti read/write, bahkan pada beberapa sistem memiliki memori hingga 1 MB. Kelebihan jenis aktif ini, biasanya jarak jangkauannya lebih jauh, karena piranti memiliki daya sendiri. Namun kelemahan bentuk ini adalah ukurannya yang agak besar, harganya lebih mahal dan usianya lebih singkat, karena bergantung pada jenis baterai dan temperatur dimana tag ini ditempatkan. Tag RFID pasif lebih kecil, ringan, dan tahan lama, tag ini memanfaatkan daya yang diperoleh dari piranti pembaca. Kelemahannya terletak pada jarang jangkauan yang sangat terbatas.

PERANGKAT INPUT PEMBACA KARTU

Pembaca Kartu Magnetik

Pembaca Kartu MagnetisPembaca Kartu Magnetis 

Kartu magnetik berbentuk seperti kartu kredit yang dilengkapi dengan pita magnetik. Pada pita magnetik ini data tertentu dapat diletakkan. Data yang ditempatkan pada pita ini dapat berupa nomor induk pegawai, identitas bank dan nomor rekening nasabah, dan lain-lain. Dengan menggunakan pembaca kartu magnetik (Magnetic Card Reader – MCR), data pada pita tersebut dibaca dan dimengerti oleh komputer. Contoh penggunaan kartu magnetik adalah pada kartu ATM. Pada mesin ATM ini terdapat pembaca kartu magnetik.

Pembaca Kartu Cerdas

Pembaca Kartu CerdasPembaca Kartu Cerdas 

Kartu cerdas atau smart card sebenarnya merupakan sebuah komputer berukuran mini karena dilengkapi dengan chip yang mengandung microprosesor, RAM, dan ROM, bahkan sistem operasi dengan keamanan yang sangat tinggi. Kartu ini bisa digunakan untuk menyimpan data pasien dan riwayat kesehatannya, data nasabah dan transaksi yang pernah dilakukannya. Di Indonesia, kartu cerdas dipakai antara lain untuk kartu prabayar dan kartu tabungan. Untuk membaca isi kartu cerdas diperlukan alat yang disebut pembaca kartu cerdas (smart card reader).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s