System Development Life Cycle (SDLC)

Posted: September 18, 2011 in Analisa Sistem Informasi(asi)

Siklus hidup pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah pada tahapan tersebut dalam proses pengembangan sistem. Siklus hidup pembangunan atau pengembangan sistem informasi menyajikan metodologi atau proses yang diorganisasikan guna membangun suatu sistem informasi.

SDLC mempunyai  tahapan-tahapan yang secara garis besar terbagi dalan tiga kegiatan utama,yaitu :

  1. 1.      Analisis
  2. 2.      Design
  3. 3.      Implementation

Kalau dijabarkan lagi siklus hidup sistem informasi dimulai dari fase-fase sebagai berikut :

  1. 1.      Fase perencanaan
  2. 2.      Fase pengembangan ( investigasi,analisis,design,implementasi)
  3. 3.      Evaluasi secara terus menerus

Untuk point yang ke-3 yaitu di evaluasi secara terus menerus bertujuan untuk menetapkan apakah sistem informasi tersebut masih layak diaplikasikan atau tidak,kalau tidak maka sistem informasi itu akan diganti dengan yang baru dan dimulai dari perencanaan kembali.

Penjelasan mengenai fase-fase dari siklus hidup pengembangan sistem informasi yang terdapat pada gambar diatas akan dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. a.     Fase perencanaan

Perencanaan pengembangan sistem informasi bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan :

  1. 1.      sistem informasi apa yang akan dikembangkan
  2. 2.      sasaran-sasaran yang ingin dicapai
  3. 3.      jangka waktu pelaksanaan serta mempertimbangkan dana yang tersedia
  4. 4.      siapa yang akan melaksanakan

perencanaan sistem dapat mencakup keseluruhan unit bisnis maupun secara departemen dengan memperhatikan misi dari usaha bisnis tersebut. Untuk pembangunan sistem yang relatif besar,biasanya dibentuk suatu tim yang terdiri dari :

  1. 1.      manajemen
  2. 2.      user
  3. 3.      staff ahli teknologi informasi

tim tersebut ada yang berfungsi sebagai tim pengarah ( sterring committe) atau berfungsi untuk menyetujui atau menolak suatu proyek pengembangan sistem informasi.

Perencanaan sistem dimulai setelah ada usulan baik dari pihak intern maupun eksteren. Dilanjutkan dengan keputusan manajemen. Bila manajemen setuju dengan  rencana atau usulan tersebut,maka akan disusun suatu kerangka kerja dan anggaran. Setelah kerangkan acuan kerja dan anggaran ditetapkan maka akan ditunjuk Konsultan pelaksana untuk mengajukan proposal. Proposal ini akan dievaluasi untuk mengetahui apakah proyek pengembangan sistem informasi tersebut layak atau tidak untuk kemudian dilanjutkan ke taap berikutnya.

Usulan perubahan sistem dari pihak internal biasanya berisi berbagai masalah yang dihadapi oleh sistem lama seperti :

  1. 1.      biaya operasional yang tinggi
  2. 2.      pembuatan order yang sering lambat
  3. 3.      laporan yang tidak up to date

Selain berisi masalah , biasanya juga terdapat usulan berupa penyembpurnaan terhadap sistem yang sudah ada seperti peningkatan efisiensi atau kontrol. Sedangkan informasi dengan menawarkan teknologi baru atau adanya peraturan peraturan yang menyebabkan harus dilakukan pengembangan atau penyempurnaan sistem tersebut.

Usulan usulan tersebut harus mendapat persetujuan dari manajemen karena menyangkut biata,perubahan sistem kerja,keamanan data,hubungan dengan pelanggan ,dll/ selain itu dukungan dari manajemen untuk menjamin keberhasillan sistem baru sangatlah penting. Setelah mendapat persetujuan daru manajemen selanjutnya akan dibentuk tim yang terdiri dari divisi-divisi yang terkait untuk menyusun kerangka acuan kerja yang menyangkut latar belakang,maksud dan tujuan,sasaran proyek,ruang lingkup pekerjaan,jangka waktu pelaksanaan dan prioritas pekerjaan.

Berdasarkan kerangka acuan diatas ,disusunlah :

  1. 1.      anggaran untuk pembelian hardware
  2. 2.      software,pelatihan SDM
  3. 3.      pemeliharaan dan cadangan dana untuk keperluan tidak terduga

Setelah semua kegiatas diatas diketahui, selanjutnya duputuskan apakah pengembangan sistem informasi akan dilakukan oleh perusahaan atau oleh pihak konsultan. Setelah ditetapkan pelaksanaan , diminta untuk memasukan proposal pelaksanaan sistem informasi sesuai kerangka acuan kerja. Proposal tersebut akan dievaluasi untuk menetapkan apakah proyek tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Penilaian kelayakan proyek pengembangan sistem informasi mencakup kelayakan operasional,teknis dan ekonomis. Akan tetapi dalam prakteknya, yang dominan dinilai adalah aspek ekonomisnya (dana).

Dalam hal ini ada penilaian kelayakan dalam proyek pengembangan sistem informasi tersebut,penilaian yang dimaksud sebagai berikut :

  1. 1.      Kelayakan operasional

Menyangkut apakah secara operasional sistem yang baru dapat dilaksanakan dengan sumber daya manusia yang tersedua dan metode training yang ditawarkan,pelayanan purna jual atau pemeliharaan serta efisiensidan efektivitas sistem baru.

  1. 2.      Kelayakan teknis

Menyangkut apakah hardware/software yang akan dikembangkan tersedia,jadwal pelaksanaan serta sistem keamanan data

  1. Kelayakan ekonomis
    menyangkut biaya untuk membuat dan menjalankan sistem baru serta keuntungan yang akan diperoleh dari sistem tersebut

Apabila proyek ini telah disetujui untuk dikerjakan maka akan dibuat suatu kontrak kerjasama antara manajeman dengan tim pelaksana jika tim tersebut berasal dari luar perusahaan.

  1. b.     Fase Pengembangan

Fase ini disebut juga sebagai siklus hidup pengembangan sistem informasi yang garis besarnya terdiri dari 6 langkah,langkah-langkah tersebut sebagai berikut :

  1. 1.      Investigasi sistem
    Manfaat dari fase penyelidikan ini adalah untuk menentukan problem-problem atau kebutuhan yang timbul.  Hal itu memerlukan pengembang sistem secara menyeluruh ataukah ada saha yang lain yang dapat dilakukan untuk memecahkannya.
  1. 2.      Analisis sistem

Tahap analisis digunakan oleh sistem analys untuk membuat keputusan.Apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara baik, dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem. Seorang analis perlu mengetahui ruang lingkup perkerjaan yang akan ditanganinya,perlu memahami sistem yang sedang berjalan saat ini. Dan dapat melakukan  identifikasi terhadap masalah yang muncul dan mencari solusinya dengan profesional.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Deteksi masalah ( Problem Detection )

Semua sistem informasi akan mempunyai masalah,tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut di desain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem informasi mempunyai masalah,antara lain :
a. Waktu (overtime)
b. Lingkungan sistem yang berubah
c. Perubahan prosedur operasional

Perubahan masalah sistem informasi disebut Maintainance programming,yang meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem. Maintainance programming mencakup 60 – 90 % dari programming budget dan menunjukan apak sistem informasi yang memburuk perlu digaanti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).

Masalah – masalah sistem informasi berhubungan denga karakteristik informasi,yaitu :

  1. Relevansi ( Relevancy )
    gejala dari informasi yang tidak relevan :

                                                                    I.            Laporan tidak digunakan oleh pihak yang menerimanya

                                                                  II.            Permintaan informasi tidak tersdia dalam SI

                                                                III.            Banyak laporan yang isinya terlalu panjang

  1. Keakuratan (accuracy),yang meliputi faktor

–          kelengkapan ( completeness)
gejalanya sebagai berikut :

  • sebagian data dikembalikan ke pemakai karena sumber dokumen permanenya atau isian formulirnya tidak lengkap
  • bagian pemasukan data menghubungi ke pemakai untuk mengklarifikasi data dari sumber-sumber dokumennya.

–          kebenaran(correctness)
gejalanya sebagai berikut :

  • total kesalahan transaksi mengalami kenaikan dibandingkan kualitasnya
  • masalah yang terjadi setelah akkhir hari kerja normal mengalami kenaikan

–          Keamanan(security)

  1. Ketepatan waktu (timeliness)
    gejalanya sebagai berikut :
    – tumpukan pemasukan data mengalamai kenaikan
    – banyaknya keluhan dari pemakai tentang kesulitan dalam menghubungi staff pemeliharaan program dan staff operasinya
    – waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan program mengalami kenaikan.
  2. d.      Ekonomi (economy),yang meliputi faktor sumber daya ( Sources ) dan biaya ( cost )
  3. Efisiensi (eficiency)
    Efisiensi adalah beberapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit sumber daya dalam proses produksinya.Berikut rasio yang dapat dihitung dan dianalisis :
    – keluaran/nilai uang
    – transaksi tanpa kesalahan / waktu
    – biaya kertas/transaksi
  4. Dapat dipercaya ( reliability)
    berikut gejalanya :
    – biaya, yaitu tingginya varian rata-rata biaya setiap bulannya.
    – tumpukan transaksi,yaitu jumlah transaksi yang tertunda/ditolak
    – rata-rata kesalahan , yaitu rata-rata kesalahan yang tidak dapat diprediksi,sehingga perlu menguranginya.
  5. Kegunaan (usability)
    berikut gejalanya :
    – lamanya waktu pelatihan bagi pemakai pemula
    – tingginya rata-rata kesalahan yang terjadi
    – naiknya kemangkiran dari sebagian pemakai komputer.
  6. 2.      Penelitian ( Initial Investigation )
  7. 3.      Analisa kebutuhan sistem ( Requirement Analysis )
  8. 4.      Mensortir kebutuhan sistem ( Generation of System Alternatives )
  9. 5.      Memilih sistem yang baik ( selection of proper System )

INFORMATION SYSTEMS BACKLOG

Selain itu juga ada tumpukan pemasukan data atau biasa disebut INFORMATION SYSTEMS BACKLOG yang pengertiannya adalah sebuah kondisi di mana transaksi yang datang tidak langsung dimasukkan (posted) ke record pada awal hari kerja berikutnya. Tujuan utama dari sistem informasi bisnis adalah menyimpan sumber daya,sehingga kegagalan memperbarui sumber daya record adalah sebuah masalah sistem yang serius.

Berikut alasan mengapa bisa terjadinya sebuah tumpukan msalah sistem informasi bisa terjadi :

  1. Volume transaksi mengalami kenaikan
  2. Penurunan kinerja
  3. Pergantian karyawan yang tinggi
  4. System downtime
  5. Transaction variances

Nah,beberapa masalah backlogs menyebabkan beberapa kekacauan antara lain :

  1. Menumpuknya record-record
  2. Kenaikan rata-rata kesalahan
  3. Kenaikan biaya
  4. Kenaikan pergantian karyawan

LAPORAN AWAL MASALAH

Dengan banyaknya catatan-catatan (logs) masalah-masalah laporan dapat digunakan oleh sistem analis untuk study awal ( preliminary study). Untuk menjamin perhatian lebih lanjut dan perhatian apa saja yang perlu untuk dilakukan. Ada 4 elemen yang disiapkan analis untuk menyiapkan laporan awal masalah.

  1. Source                   = darimana sumber masalah informasi berasal
  2. Nature                   = sebuah deskripsi singkat tentang sumber masalah
  3. Detailed analis      = pengembangan secara teknis dari masalah (problem nature)
  4. Recommendation = sejauh mana solusi dari masalah akan dikembangkan

secara ringkas dalam tahap ini kita akan  membuat beberapa dokumen  seperti dibawah ini :

􀂄 Permodelan data

􀂉 Entity Relationship Diagram (ERD)

􀂉 Conceptual Data Model (CDM)

􀂉 Physical Data Model (PDM)

􀂄 Permodelan proses

􀂉 Unified Modeling Language (UML)

  1. 3.      Desain sistem
    pada tahap ini sebagian besar kegiatan berorientasi ke komputer dilaksanakan. Kegiatannya sebagai berikut :

    1. a.       Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak (HW/SW) yang telah disusun pada tahap sebelumnya ditinjaukembali dan disempurnakan.
    2. b.      Rencana pembuatan program dilaksanakan dan juga testing programnya
    3. c.       Latihan bagi para pemakai sistem dimulai
    4. d.      Test sistem secara menyeluruh 

Dari langkah-langkah diatas apabila pemakai sistem telah puas melihat hasil testing yang dilakukan maka steering committe dimintai persetujuannya untuk tahap selanjutnya.

  1. 4.      Implementasi Sistem

Tahap ini adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen desain sistem yang disetujui dan menguji,menginstall dan memulai penggunaan sistem baru atau sistem yang diperbaiki.
Tujuan tahap implementasi ini adalah :

  1.  untuk menyelesaikan desain sistem yang sudah disetujui
  2. menguji serta mendokumentasikan program-program dan prosedur sistem yang diperlukan
  3. memastikan bahwa personil yang terlibat dapat mengoperasikan sistem baru
  4.  memastikan bahwa konversi sistem lama ke sistem yang baru dapat berjalan secara baik dan benar.
  1. 5.      Pemeliharaan Sistem
    dalam tahap ini disarankan adanya 2 review yang harus dilaksanakan.
    1. Tidak terlalu lama setelah penerapan sistem,dimana tim proyek masih ada dan masing-masing anggota masih memiliiki ingatan yang segar atas sistem yang mereka buat

2. yang kedua kegiatan ini dilakukan kira-kira setelah 6 bulan berjalan. Tujuannya adalah untuk menyakinkan apak sistem tersebut berjalan sesuai dengan tujuan semula dan pakah masih ada perbaikan atau penyempurnaan yang harus dilakukan.tahap ini juga merupakan bentuk evaluasi untuk memantau supaya sistem informasi yang dioperasikan dapat berjalan secara optimal dan sesuai harapan.
Selanjutnya setiap tahun ,organisasi tersebut menggunakan 10% – 25% dari biaya sistem awal untuk memelihara sistem tersebut.

Disini juga ada beberapa cara untuk mengembangkan sistem informasi,yaitu :

  1. Waterfall              = Setiap tahap harus diselesaikan terlebih dahulu secra penuh sebelum diteruskan ke tahap berikutnya untuk menghindari terjadinya pengulangan tahapan. Proses ini lebih cocok untuk diterapkan dalam pengembangan MASS PRODUCT.
  2. Iterasi/Spiral        = Tahapan-tahapan teresebut dilaksanakan dengan pemakai teknik iterasi atau di mana suatu proses dilaksanakan secara berulang-berulang sampai didapatkan hasil yang dinginkan. Umumnya proses ini diaplikasikan untuk pembuatan TAILOR MADE PRODUCT.

Gambar Waterfall / Staircase

Gambar spiral

  1. c.      Fase Evaluasi

Evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pengembangan sistem sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan baik dari segi waktu, biaya maupun teknis. Evaluasi yang diamksudkan adalah evaluasi yang dilakukan oleh tim koordinasi/ analisis bersifat lebih teknis dan sering disebut sevagai walkthrough. Evaluasi (inspeksi) yang dilakukan oleh user/manajemen dimulai saat pengembangan sistem,saat pengkorversian dan saat pengoperasian.

Dalam pengoperasian sehari-haripun sistem masih perlu dievaluasi, akan tetapii perlu terlaluintensif, pada saat pengembangan ataupun pada saat penyerahan atau konversi. Evaluasi dapat dilakukan misalnya 6 bulan , 1 tahun disesuaikan dengan kebutuhan. Evaluasi ini menyangkut kemungkinan dampak samping dari pelaksanaan sistem tersebut.

Disampng itu perlu dilakukan evaluasi teknologi ,evaluasi ini meliputi evaluasi terhadap ketergantungan teknologi kepada supplier tertentu atau kemajuan teknologi yang terjadi. Hasil dari proses ini akan menjadi masukan untuk manajemen dalam mententukan apa siste yang sudah berjalan masih layak atau tidak

Demikian proses ini berjalan sescara terus menerus sehingga membentuk sebuah siklus atau daur hidup.

Daftar Pustaka

Sutabiri ,Tata:Analisa sistem Informasi:2003.Penerbit Andy Yogyakarta

Ladjamudin Bin,AL-BAHRA:Analisis dan Desain Sitem Informasi:2005.penerbit Graha Ilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s